Semua kemungkinan mulai dari sini.

Dibuat oleh - Indra Fahrizal
PEMBENTUKAN KELOMPOK ATAU TIM
Menurut Bruce Tucman, pembentukan sebuah kelompok apakah organisasi perusahaan atau sekedar paguyuban berdasarkan hobby, selalu melalui 4 tahap sebagai berikut;1. Forming2. Storming3. Norming4. Performing Tahapan ini dikenal dengan Model Tuckman, diakui secara luas dalam psikologi yang menggambarkan tahapan pembentukan sebuah kelompok. Model ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Bruce Tuckman pada tahun 1965 dan sejak itu telah digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti psikologi organisasi, psikologi sosial, dan pendidikan. 1. Tahap Pembentukan (Forming): Pada tahap ini, anggota kelompok baru mengenal satu sama lain dan mencoba memahami peran dan tanggung jawab mereka. Anggota mungkin bersikap sopan dan berhati-hati saat mereka menjalin hubungan dan mulai membentuk rasa memiliki terhadap kelompok. 2. Tahap Storming: Pada tahap ini, konflik dan ketidaksepakatan dapat muncul saat anggota mulai menegaskan diri mereka sendiri dan menantang ide dan perspektif satu sama lain. Anggota dapat menjadi lebih asertif dan menentang norma atau harapan kelompok, yang dapat menyebabkan ketegangan dan konflik. 3. Tahap Norming:Pada tahap ini, anggota mulai membangun rasa kohesi dan identitas bersama. Anggota bekerja secara kolaboratif menuju tujuan bersama, dan norma dan nilai mulai muncul. Anggota mungkin mulai merasakan rasa memiliki dan komitmen terhadap kelompok. 4. Tahap Performing: Pada tahap akhir ini, grup sangat produktif dan kolaboratif, dan para anggota telah menjalin hubungan yang kuat dan percaya satu sama lain. Kelompok berfungsi secara efektif dan efisien menuju tujuannya. Penting untuk dicatat bahwa tidak semua kelompok akan melewati keempat tahap, dan beberapa kelompok mungkin mengalami tahapan dalam urutan yang berbeda atau mungkin melewatkan tahapan tertentu sama sekali. Selain itu, kelompok dapat berpindah-pindah antar tahap saat mereka menghadapi tantangan atau perubahan baru di lingkungan mereka. Mungkin juga suatu kelompok hanya bisa bertahan sampai tahap storming, konflik terus menerus dan tidak bisa mencapai norming dan akhirnya bubar. Dapat dikatakan bahwa model pembentukan kelompok Tuckman adalah kerangka yang berguna untuk memahami dinamika perkembangan kelompok dan dapat digunakan untuk memandu kepemimpinan dan memfasilitasi kerjasama yang efektif dalam kelompok. Gaya kepimpinan dan Tahapan Pembentukan Kelompok Gaya kepemimpinan juga dapat berdampak signifikan pada proses pembentukan kelompok. Gaya kepemimpinan yang berbeda, seperti otokratis, demokratis, atau laissez-faire, dapat memengaruhi cara individu memandang dan merespons proses pembentukan kelompok. Gaya kepemimpinan otokratis, misalnya, bisa efektif selama tahap Storming ketika konflik dan perbedaan pendapat muncul. Gaya ini melibatkan pengambilan keputusan secara mandiri dan menegaskan otoritas untuk menyelesaikan konflik dan menetapkan arah. Namun, gaya kepemimpinan otokratis juga dapat membatasi selama tahap pembentukan norma (Norming) dan tahap performing, karena dapat menghambat kreativitas dan kolaborasi. Gaya kepemimpinan demokratis, di sisi lain, bisa efektif selama tahap pembentukan norma (Norming) dan Performing, karena melibatkan pemberdayaan individu dan mempromosikan kolaborasi dan partisipasi. Gaya ini dapat membantu individu merasa dihargai dan dihormati, serta menumbuhkan rasa memiliki dan komitmen terhadap tujuan kelompok. Namun, gaya kepemimpinan demokratis juga dapat menjadi tantangan selama tahap storming, karena dapat menyebabkan keragu-raguan dan konflik. Akhirnya, gaya kepemimpinan laissez-faire bisa efektif selama tahap pembentukan (Forming), karena memungkinkan individu untuk menjalin hubungan dan mengeksplorasi peran dan tanggung jawab mereka secara mandiri. Namun, gaya ini dapat membatasi selama tahap storming, norming, dan performing, karena dapat menyebabkan kebingungan dan disorganisasi. Sebagai kesimpulan, model pembentukan kelompok dan gaya kepemimpinan Tuckman merupakan komponen penting dari dinamika kelompok yang efektif. Kepemimpinan yang efektif melibatkan pemahaman tantangan dan karakteristik unik dari setiap tahap pengembangan kelompok, dan menggunakan gaya kepemimpinan yang tepat untuk mendukung individu dan mendorong kolaborasi dan keterlibatan. Dengan melakukan itu, para pemimpin dapat membantu individu melewati setiap tahap dengan lebih lancar, dan pada akhirnya mencapai tujuan kelompok.Menurut anda pada tahap mana organisasi tempat anda bekerja sekarang berada? Apakah gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh para manajer tepat dengan tahap tersebut?
Tampilkan lebih banyakDipublikasi - Sab, 08 Apr 2023
Kategori Terpopuler
Blog terbaru

Grit: Kunci Kesuksesan
Sen, 24 Jul 2023

Groupthink (pemikiran kelompok) dan dampaknya terhadap kreativitas
Kam, 22 Jun 2023

Teknik Berpikir 6 Topi atau 6 Thinking Hats
Jum, 14 Apr 2023